Kamis, 12 April 2012

10 tips teknik mengecat interior rumah (Bagian 1)

Mungkin ada kalanya kita harus turun tangan sendiri mengerjakan pekerjaan perbaikan rumah, misalnya mengecat dinding atau memperbaiki pipa saluran air. Terkadang hal ini sangatlah merepotkan. Namun jika anda mengetahui teknik dasarnya maka hal ini tidaklah terlalu sulit. Dalam artikel berikut ini saya akan berikan 10 tips untuk menjadikan proyek pengecatan rumah anda menjadi lebih halus dan cepat layaknya hasil pengecatan profesional.  

1. Cara menghindari tanda putaran bekas pengecatan.
Bekas ini disebabkan oleh penumpukan lapisan yang tidak merata pada cat. Hal ini terjadi jika anda melakukan pelapisan cat kembali pada lapisan cat sebelumnya yang telah kering. Pada suhu kamar yang hangat, cat lateks dapat mulai kaku dalam waktu kurang dari 1 menit. Untuk mengindarinya maka pelapisan cat kembali perlu dilakukan sebelum cat (lapisan cat sebelumnya) mulai mengering. Untuk mempertahankan kelembabannya, lakukan pengecatan keseluruh dinding sekaligus. Mulai dari bawah lalu sapukan roller ke atas sepenuh dinding. Sapukan roller dengan pelan. Jangan biarkan roller menjadi kering, segera celupkan kembali ke dalam cat.

2. Campur beberapa kaleng cat ke dalam ember (wadah) cat berukuran besar untuk menjaga konsistensi (kesamaan) warna yang dihasilkan di keseluruhan ruangan. Warna cat dapat sedikit berbeda antara satu tahap pengecatan dengan tahap lainnya. Jika cat kaleng anda habis padahal pengecatan belum selesai dan anda harus membuka kaleng yang baru, maka hasilnya akan tampak jelas perbedaan warnanya. Mencampur beberapa kaleng cat dalam satu wadah besar bisa merupakan solusi untuk mendapatkan warna dinding yang merata. Untuk pengecatan dinding yang cukup luas, sebaiknya menggunakan roller screen. Penggunaan roller screen lebih efektif dibandingkan nampan roll. Cukup masukan roller cat ke dalam ember cat lalu gulung roller di atas roller screen sampai roller cat berhenti menetes.

3. Biarkan cat mengering, baru lepas tape/perekat. Setelah cat mulai mengering, anda tidak dapat langsung serta merta menarik perekat tersebut. Lapisan cat telah terbentuk antara dinding dengan perekat. Tunggu sampai cat benar-benar kering, kurang lebih 24 jam, kemudian gunakan pisau yang tajam atau cutter untuk memotong pinggiran cat tersebut. Jika anda memotong lapisan tersebut sebelum cat benar-benar kering, maka hasil potongannya akan berantakan. Setelah lapisan cat terpotong, lalu tarik perekat dengan sudut 45 derajat.

4. Urutan pengecatan : list, langit-langit dan dinding
Tukang cat profesional biasanya memulai pekerjaan pengecatan dari list, langit-langit, kemudian dinding. Ketika mengecat list, anda tak perlu khawatir jika nanti tidak rapih. Anda hanya perlu berkonsentrasi untuk memperhalus hasil pengecatan di list. Jika ternyata terdapat hasil cat yang melebar ke dinding, hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena anda dapat menutupinya kemudian ketika mengecat dinding. Ketika cat sudah benar-benar kering dan rata, maka gunakan perekat untuk melindungi list yang telah di cat. Lalu anda bisa melanjutkan untuk pengecatan pada langit-langit (plafond) dan terakhir pada dinding.

5. Dinding yang baru dicat sering tampak bernoda.
Warna dinding yang dihasilkan mungkin tampak sama dan seragam, akan tetapi kemilaunya tidak konsisten. Penyebabnya mungkin ketika lubang dan retak pada dinding anda tambal dengan dempul. Dempul memiliki sifat menyerap cat sehingga menumpulkan permukaan. Pilihlah roller cat yang lebih tipis untuk menyesuaikan warna pada tambalan dengan warna dinding disekelilingnya. Anda bisa menggunakan roller 3/8 inchi untuk permukaan dinding yang halus dan 1/2 inchi untuk dinding bertekstur.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...